Kamis, 03 Desember 2009

AKSI DAMAI HARI ANTI-KORUPSI SEDUNIA 9 DESEMBER 2009

Pada tanggal 1 Desember 2009 sejumlah aktivis gerakan mahasiswa (angkatan 1977-78, 1980, 1998, dan 2009), aktivis perempuan, BEM (badan eksekutif mahasiswa), tokoh bangsa, akademisi, intelektual, lintas-agama, dan berbagai elemen progresif masyarakat telah bertemu di Jakarta. Kami sepakat bahwa Hari Anti-Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember 2009 akan dijadikan tonggak sejarah untuk menciptakan “Indonesia Bersih“, yakni bersih dari KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) seperti yang diamanatkan oleh gerakan reformasi tahun 1998. Aksi damai ini sekaligus merupakan respon dari krisis lembaga negara akhir-akhir ini yang ditengarai oleh adanya kriminalisasi KPK, kasus Bank Century, dan Mafia Peradilan (makelar kasus) yang melibatkan dua institusi negara, yakni Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung.
Pertemuan pada tanggal 1 Desermber 2009 juga merupakan wujud dari pembentukan jaringan elemen-elemen progresif yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri dalam menyikapi berbagai krisis bangsa. Jaringan yang menamakan “Gerakan Indonesia Bersih“ (GIB) ini merupakan organ yang terbuka dan majemuk (lintas-kelompok, lintas-agama, dan lintas-daerah) sebagai satu front perjuangan nasional dengan tetap menghormati keberadaan dan kedaulatan masing-masing elemen anggotanya. Dengan dideklarasikannya GIB, maka kekuatan progresif pro-perubahan yang tumbuh akhir-akhir ini di Tanah Air diharapkan akan lebih solid dan lebih luas serta terhindar dari bahaya pemecah-belahan dan partikularisme gerakan yang mulai kentara.
Aksi damai Indonesia Bersih yang digalang oleh GIB akan dilakukan pada Rabu, 9 Desember 2009 pukul 12:00 WIB (13:00 WITA dan 14:00 WIT). Aksi ini di Jakarta akan dipusatkan di Monumen Nasional (MONAS). Penyelenggaraan aksi di setiap daerah akan diorganisasikan oleh kordinator masing-masing di setiap kota dengan berbagai sub-isu antara lain:
1. Indonesia bersih dari korupsi dan koruptor
2. Indonesia bersih dari berbagai praktik mafia kasus dan mafia peradilan/mafia hukum
3. Indonesia bersih dari pemimpin yang ragu-ragu dan tidak memihak rakyat
4. Indonesia bersih dari dari kekuatan neo-liberlisme dan anti-reformasi
5. Pembersihan dilakukan sampai ke akar-akarnya: ”Ganti Sistem, Ganti Rezim”.
Gerakan ini akan berbasis pada gerakan rakyat (peoples power) yang terorganisasi dan terpimpin dengan tidak mentolerir adanya kekerasan dan kerusuhan. GIB akan merupakan gerakan yang terus berlanjut sampai terwujudnya Negara Republik Indonesia yang Bersih, Adil, Makmur, dan Sejahtera (baldah thayyibah).
Mereka yang tergabung sebagai pendukung GIB antara lain: Din Syamsuddin, Usman Hamid, Sayuti Assyathry, Adhie Massardi, Zainal Bintang, Yudi Latief, Laode Ida, Indro Tjahyono, Ray Rangkuti, Hatta M Taliwang, Ali Mochtar Ngabalin, Umar Marassabesy, Masinton, Kahfi, Hasto Atmodjo, Arief Mustapa, Darwis Darlis, Polycarpus da Lopez, Agus Suroto, Dwi Subawanto, Elong Suchlan, dan Djoko Edhy Sutjipto Abdurachman. GIB merupakan tidak-lanjut dari rangkaian pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional seperti Kwik Kian Gie, Maarwan Batubara, Hasyim Muzadi, Syafi’i Ma’arif, dan Drajat Wibowo.
Jakarta, 4 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar