Minggu, 20 November 2011

JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN DOSA-DOSA SBY

Janji-janji yang tdk pernah ditepati pada periode pemerintah SBY sebelumnya (2004-2009) seperti investasi skala besar tdk dilakukan, pengangguran merajalela, kemiskinan meningkat, kekerasan terhadap umat beragama,ancaman keamanan perbatasan , penyerobotan hak-cipta terhadap produk budaya asli, penguatan sistem ekonomi neo-lib, kontrak kerjasama asing tetap merugikan RI,dan lumpur Lapindo dinyatakan sebagai bencana alam.

Pada periode kedua pemerintah SBY (2009-2011) melakukan berbagai kecurangan PEMILU dg palsukan DPT, keterlibatan anak SBY dalam korupsi IT KPU,membuat PERPU untuk membobol bank, merampok dana Bank Century, di belakang skenario penjeblosan Antasari Ashar, pelemahan KPK dengan cara seret Bibit-Chandra ke Pengadilan, menumpas Susno Duadji sebagai pembongkar mafia hukum, rekening gendut POLRI, pengadilan ecek-ecek Gayus Tambunan, penjualan saham Krakatau Steel, serta pemalsuan data-data yang disebut tohoh agama sebagai 18 kebohongan SBY .

Untuk melupakan dosa-dosa SBY telah dilansir berbagai isu antara lain soal pornografi Ariel, penyergapan & penangkapan teroris, isu-isu mafia pajak, blow-up kasus Gayus, blow-up info kecelakaan transportasi, blow-up penangkapan sindikat narkoba,blow-up kasus penyerangan Ahmadyah, blow-up kasus Temanggung, blow-up susu bayi tercemar, blow-up pencurian mayat bayi. Ini semua diduga operasi intelijen untuk menyelimuti isu2 pokok tentang SBY. Sehingga kita terlena sampai saat parpol menawarkan calon legislatif(mulai Juni 2011) untuk menyedot sumberdaya politik potensial.

Hanya ada satu kata: l a w a n dengan revolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar